Rabu, 02 Januari 2013

perkembangan pemikiran islam


GERAKAN SYIAH DI INDONESIA
Syiah merupakan aliran ajaran islam yang dapat menyesatkan,mengapa syiah dikatakan sesat dapat kita ketahui dari pokok-pokok pemikiran mereka sebagai berikut ini:
1.      Syiah memandang Imam itu ma’shum (orang suci)
2.      Syiah memandang bahwa menegakkan kepemimpinan/pemerintahan (imamah) adalah rukun agama.
3.      Syiah menolak hadits yang tidak diriwayatkan oleh Abdul Bait.
4.      Syiah pada umumnya tidak mengakui kekhalifahan Abu Bakar,Umar,dan Utsman.
5.      Syiah menghalalkan nikah mut’ah (kawin kontrak) yang sudah diharamkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam.
6.      Para Imam dianggap ma’shum,itu bertentangan dengan islam,karena yang ma’shum hanyalah Nabi.Bahkan Syiah sendiri sampai kemudian membatasi kewenangan Imam Khomeni yang cenderung menuruti kehendak hawa nafsunya hingga akan menghancurkan rakyat Iran karena tetap diharuskan berperang dengan Irak,maka kemudian dibatasi wewenang Imam.
7.      Syiah menggunakan senjata taqiyyah yaitu berbohong,dengan cara menampakkan sesuatu yang berbeda dengan yang sebenarnya untuk mengelabui.
8.      Syiah percaya kepada Ar-Raj’ah,yaitu kembalinya roh-roh ke jasadnya masing-masing di dunia ini sebelum kiamat di kala Imam Ghaib mereka keluar dari persembunyiannya dan menghidupkan Ali dan anak-anaknya untuk balas dendam kepada lawan-lawannya.
Syiah telah terang-terangan memporak-porandakan ajaran islam dan umat islam sejak adanya anggapan bahwa yang berhak menjadi khalifah sepeninggal Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah Ali Bin Abi Thalib. Anggapan itu bukan sekedar tak mengakui kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar Bin Khathab,dan Utsman Bin Affan, tetapi sampai mengkafirkan para sahabat yang dijamin masuk masuk surge oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Bahkan lebih dari itu Syiah menganggap yang berhak menjadi khalifah adalah Ali Bin Abu Thalib serta keturunannya sampai 12 orang yang disebut ma’shum.Selain itu syiah dapat dikatakan menyimpang sebab mereka tidak menyebutkan rukun iman kepada Malaikat, Rasul, Qada dan Qadar, juga rukun islam mereka tidak menyebutkan adanya Sahadat.
Gerakan Syiah juga sudah mempunyai yayasan-yayasan yang bergerak di dalam dunia pendidikan dan pesantren, antara lain:
1.      Yayasan Muthahari Bandung-SMA Muthahari.
Pimpinan : DR.Jalaluddin Rachmat
Alamat : Jl.Kampus Kiaracondong Bandung, Jawa Barat.
2.      Yayasan Al-Muntazar Jakarta.
Pimpinan : Ust.Abdillah
Alamat : Blok E/VII No.43 Taman Kota, Kel. Kembangan Kec. Kembangan Jakarta Barat
3.      Yayasan Mulla Sadra Bogor,sekarang bernama IPANI(Ikatan Pemuda Ahlil Bait)
Alamat : Villa Merdeka.Jl Pesantren Kav.14 Cimanggu.Bogor,Jawa Barat
4.      Yayasan Pesantren Yapi Bangil,Jawa Timur
Pimpinan : Ust.Zahir Yahya dan Ust. Ajwi bin Syech Abu Bakar
5.      Yayasan Al-Jawwad Bandung,Jawa Barat.
Pimpinan : Ust.Husain Al Kaff
Alamat : PO BOX 1536 Bandung 40122
Dan masih banyak lagi berada di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jakarta.
              Selain itu Gerekan Syiah di Indonesia juga mempunyai beberapa percetakan/penerbitan besar serta modern untuk menerbitkan buku-buku Syiah, Percetakan tersebut antara lain :
1.      Penerbit Mizan Bandung
2.      Penerbit Pustaka Hidayah Bandung
3.      Penerbit Lentera Hati Jakarta
4.      Penerbit Al-Huda


Khalifah Syiah
Khalifah dan Imamah menurut akidah Syiah Ja’fariyah adalah pemimpin umat Islam yang tidak dipilih oleh mereka tetepi ditentukan oleh Allah sebelumnya.Pilihan dari Allah ini terbatas pada 12 Imam saja,diantaranya adalah
1.      Ali Bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu (khalifah keempat dari khulafaur Rasyidin,menantu Rasulullah)digelari oleh Syiah dengan Al-Murthada
2.      Hasan Bin Ali Radhiyallahu Anhu digelari Al-Mujtaba
3.      Husein Bin Ali Radhiyallahu Anhu digelari Asy-Syahid
4.      Ali Zainal Abiddin Bin Husein digelari As-Sajjad
5.      Muhammad Baqir Bin Ali Zainal Abiddin digelari Al-Baqir
6.      Ja’far Shadiq Bin Muhammad Baqir digelari Ash-Shadiq
7.      Musa Khazhim Bin Ja’far Shadiq digelari Al-Khazim
8.      Ali Ridha Bin Musa Khazim digelari Ar-Ridha
9.      Muhammad Jawwad Bin Ali Ridha digelari At-Taqi
10.  Ali Hadi Bin Muhammad Jawwad digelari An-Naqy
11.  Hasan Askari Bin Ali Hadi digelari Az-Zaki
12.  Muhammad Mahdi Bin Muhammad Askari  yang digelari “Imam Muntadhar”(imam yang dinantikan)

JARINGAN ISLAM LIBERAL
              Jarinagan Islam Liberal merupakan salah satu aliaran yang sesat, mengapa dikatakan sesat sebab pokok pemikiran mereka bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadits. Pokok pikiran Jaringan Islam Liberal adalah sebagai berikut:
1.      Umat Islam tidak boleh memisahkan diri dari umat lain,karena manusia adalah keluarga universal yang sama kedudukannya’
2.      Produk hukum Islam klasik (fikih) yang membedakan umat muslim dengan non muslim harus diamandemen
3.      Agama adalah urusan pribadi,sedangkan urusan Negara adalah murni kesepakatan masyarakat secara demokratis, hukum Tuhan itu tidak ada, hukum mencuri,zina,jual beli,dan hukum pernikahan itu sepenuhnya diserahkan kepada umat Islam sendiri.
4.      Muhammad adalah tokoh historis yang harus dikaji secara kritis karena beliau adalah manusia yang banyak memiliki kesalahan.
5.      Kita tidak wajib meniru Rasulullah secara harfiah
6.      Wahyu tidak hanya berhenti kepada Rasulullah, akan tetapi wahyu dalam bentuk temuan ahli fikir akan terus berlanjut, sebab temuan akal juga merupakan wahyu,karena akal adalah anugerah Tuhan.
7.      Karena semua temuan manusia adakah wahyu maka umat Islam tudak perlu membuat garis pemisah antara Islam dan Kristen, timur dan barat, dan yang  lainnya.
8.      Nilai Islam itu bisa didapat dari semua tempat,semua agama,dan semua suku bangsa
9.      Agama adalah baju,dan perbedaan agama sama dengan baju
10.  Memperjuangkan tegaknya syariat Islam adalahwujud ketidak berdayaan umat Islam dalam menyelesaikan masalah.
 
Tokoh-tokoh Islam Liberal
Beberapa nama tokoh jaringan Islam Liberal antara lain adalah
1.      Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina Mulya, Jakarta.
2.      Charles Kurzman, University of North Carolina.
3.      Azyumardi Azra, IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
4.      Abdallah Laroi, Muhammad V University, Maroko.
5.      Goenawan Mohammad, Majalah Tempo, Jakarta.
6.      Ulil Abshar Abdalla, Lakpesdam NU, Jakarta.
7.      Ade Armando, Universitas Indonesia, Depok-Jakarta.
8.      Syamsurizal Pangabean, Universitas GajahMada, Yogyakarta.
9.      Said Agil Siraj, Pengurus Besar Nahdatul Ulama, Jakarta.
10.  Djohan Efendi, Deakin University, Australia.
Kelemahan Pokok Islam Liberal
              Jaringan Islam Liberal menolak jilbab dan sebagainya,bagi mereka semua agama itu sama dan tidak ada pembatas antara satu dan lainnya,mereka bebas melakukan apa saja yang mereka inginkan tanpa terikat dengan aturan agama,maka semua pokok pemikiran mereka itu memiliki kelemahan yaitu,
1.      Tidak punya landasan/dalil yang benar
2.      Tidak punya paradigma ilmiah yang bisa dipertanggung jawabkan
3.      Tidak mengakui realita yang tampak nyata
4.      Tidak mengakui sejarah yang benar adanya
5.      Tidak punya rujukan yang bisa dipertanggung jawabkan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar